Kamis, 28 Februari 2013

RI-Korea Tunda Kerjasama Industri Pesawat Tempur Canggih di Atas F-16


ilustrasi
Jakarta - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menunda kerjasama industri pesawat tempur bersama Indonesia yang diberi nama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Alasannya pemerintah Korsel masih dalam tahap transisi kekuasaan terkait pergantian presiden baru Korsel.

"Ditunda setahun setengah karena ada perubahan pemimpin Korea yang baru dilantik kemarin kan presidennya, jadi dia Ingin meyakinkan pemerintah supaya lebih ada data, dasarnya menghadapi parlemen," kata Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Pos Hutabarat di acara Seminar Pembangunan Industri Pertahanan Yang Terintegrasi Melalui Penguasaan Teknologi, Guna Kemandirian Bangsa di Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/2/2013).

Pos menuturkan penundaan kerjasama ini terhitung mulai Januari 2013 hingga satu tahun setengah. Sehingga pada Juni 2014 kerjasama ini bisa realisasi kembali. "Tapi realisasinya dalam hal engineering ya," katanya.

Ia menjelaskan dalam proyek ini pemerintah Indonesia berkontribusi hanya 20% selebihnya oleh pemerintah dan BUMN strategis Korsel. Rencananya dari proyek ini akan diproduksi pesawat tempur KFX/IFX atau F-33 yang merupakan pesawat tempur generasi 4,5 masih di bawah generasi F-35 buata AS yang sudah mencapai generasi 5. Namun kemampuan KFX/IFX ini sudah di atas pesawat tempur F-16.

Pesawat KFX/IFX akan dibuat 250 unit, dari jumlah itu Indonesia akan mendapat 50 unit di 2020. Harga satu pesawat tempur ini sekitar US$ 70-80 juta per unit.

"Tapi kita yang ini mungkin bisa dapat US$ 50-60 juta, karena kita ikut membangun, dari APBN kita," katanya.

Sebelumnya PT Dirgantara Indonesia (PT DI) akan terlibat dalam pengembangan dan produksi pesawat jet tempur buatan Indonesia. Pesawat itu dikembangkan atas kerja sama Kementerian Pertahanan Korea Selatan dan Indonesia, pesawat tempur KFX/IFX.

Direktur Utama Dirgantara Indonesia Budi Santoso menuturkan, untuk mengembangan pesawat yang lebih canggih dari F-16 dan di bawah F-35 ini, PT DI telah mengirimkan sebanyak 30 orang tenaga insinyur ke Korsel untuk terlibat dalam pengembangan proyek pesawat temput versi Indonesia dan Korsel.

"Baru pulang Desember (2012) 30 orang. Kami mengirim atas nama Kemenhan. Jadi 1,5 tahun tim kita ada di Korea. Kita 1,5 tahun sama-sama mendesain. Kita ada yang belajar dari Korea, dan Korea ada yang belajar dari kita (PT DI)," tutur Budi.

Senin, 25 Februari 2013

Gibbs: Saya Diminta Berbohong Soal Drone AS


WASHINGTON:(DM) -Mantan juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs dalam sebuah wawancara televisi, mengatakan bahwa pada waktu dirinya bekerja di Gedung Putih sebagai jubir, ia diminta untuk berbohong soal program rahasia pesawat tanpa awak Amerika Serikat. 

Gibbs dalam wawancara dengan televisi MSNBC pada Ahad (24/2), mengisahkan dirinya ketika menjadi jubir pemerintah Obama dan ia diberitahu untuk tidak berbicara tentang program rahasia drone AS dan bahkan diminta untuk menepis keberadaan program seperti itu.

"Kebijakan rahasia terkait program pesawat tanpa awak telah menyulitkan pekerjaan saya sebagai jubir dalam meladeni para wartawan," kisahnya.

Seraya menyebut program itu sebagai hal yang bodoh, Gibbs menandaskan, "Aku sebagai jubir resmi pemerintah harus mengingkari sebuah masalah yang benar-benar ada ketika menjawab pertanyaan para wartawan."


Pemerintah Barack Obama sejak tahun 2009 telah mengintensifkan pengoperasian drone untuk membunuh para tersangka teroris di Timur Tengah dan bahkan membunuh warga Amerika.

Langkah itu mendapat kritik luas di Amerika dan dunia meskipun pemerintah Washington menolak memverifikasi keberadaan program tersebut.

(IRIB Indonesia/RM)

TNI AL AKAN DIPERKUAT 11 HELIKOPTER ANTI-KAPAL SELAM


Super Frelon SA 321G
Super Frelon SA 321G, helikopter anti-kapal selam Prancis
TNI AL bakal diperkuat dengan 11 helikopter anti-kapal selam. Saat ini pengadaan 11 helikopter anti-kapal selam itu sudah memasuki proses lelang. Target realisasinya adalah pada Oktober 2014.

"Kami harapkan 11 helikopter anti-kapal selam tersebut sudah bisa menjadi kebanggaan pada saat peringatan hari jadi TNI tahun 2014," seperti yang diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Marsetio di Sidoarjo, Jumat, 22 Februari 2013.

Proses lelang sedang berjalan di Kementerian Pertahanan, ada tiga perusahaan yang ambil bagian yaitu perusahaan dari Amerika Serikat, Perancis dan Inggris. Jika salah satu perusahaan berhasil lolos spesifikasi  yang ditentukan TNI AL, maka perusahaan itulah yang akan menang karena lelang bersifat lelang terbuka.

Marsetio mengatakan, dengan adanya pengadaan sebelas helikopter tersebut nantinya akan mengaktifkan kembali skuadron 100 yang dulu dimiliki oleh angkatan laut. Seperti masa kejayaan Indonesia pada tahu 1965, di mana saat itu TNI AL memiliki Skadron 100 yang didukung oleh helikopter anti-kapal selam. Dan diharapkan dengan hadirnya 11 helikopter anti-kapal selam tersebut, Indonesia akan semakin mampu menjaga kedaultan dan keutuhan NKRI.

Sumber : Antara
Kredit foto : Wikipedia

Jenderal Pramono minta TNI waspada di Papua

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie menegaskan tidak akan penambahan personel usai tragedi berdarah yang menewaskan 11 orang di Papua. Namun, Pramono meminta pasukannya untuk tetap waspada.

Jenderal Pramono minta TNI waspada di Papua
 

"Penambahan personel tidak ada. Namun, kewaspadaan di perbatasan tetap dilakukan," ujar Pramono usai penandatanganan MoU antara TNI dengan Pertamina dan Bank BRI di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Senin (25/2).

Pramono mengatakan akan meningkatkan patroli dan pengecekan di perbatasan. Dia juga mengingatkan kepada anggotanya untuk mengakrabkan diri kepada masyarakat.


"Kalau kita disayang masyarakat tentu kita akan merasa aman," katanya.

Pramono menegaskan TNI mengemban dua tugas yaitu Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Setelah Perang (OMSP). Pramono mengajak pemerintah setempat untuk mensejahterakan masyarakat Papua.

"Karena apabila masyarakat sejahtera, tidak akan ada perbuatan yang macam-macam," tuturnya.

Seperti diketahui, sekelompok sipil bersenjata menembak 8 prajurit TNI dan empat warga sipil di Jayapura, Papua. Jasad 12 korban baru dievakuasi dari Sinak, Papua dengan menggunakan dua helikopter TNI jenis MI 17 pada Minggu pukul 09.20 WIT. Evakuasi ini sempat tertunda tiga hari karena cuaca buruk dan helikopter yang ditembaki. (Merdeka)

Penembakan di Puncak tidak bernuansa "Papua Merdeka"

Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian menegaskan, kasus penembakan di Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya itu tidak bernuansa "merdeka" atau politis.

Kasus penembakan terhadap anggota TNI dan warga sipil itu diduga terkait masalah pilkada yang tahapannya saat itu sedang berlangsung, kata Irjen Pol Tito menjawab pertanyaan ANTARA di Jayapura, Senin.


 Penembakan di Puncak tidak bernuansa "Papua Merdeka"


Dikatakan, indikasi kasus itu terlihat jelas karena saat pelaksanaan pilkada gubernur berlangsung aman demikian pula saat pencoblosan pilkada bupati Puncak.

Namun saat begitu pleno KPU Puncak hendak dilaksanakan baru serangkaian penyerangan terhadap anggota TNI dan warga sipil terjadi.


"Kami saat ini tengah mendalami dan mengumpulkan bukti termasuk dugaan keterlibatan calon bupati yang ikut dalam pilkada tersebut," tegas Irjen Pol Tito.

Menurut jenderal berbintang dua ini, karena adanya indikasi itu maka saat ini pihaknya terus mengumpulkan bukti-bukti guna mengungkap dugaan atau indikasi tersebut.

Karena itulah, kata Irjen Pol Tito,dipastikan kasus yang terjadi tidak berkaitan dengan faktor politik atau isu perjuangan "papua merdeka".

Tidak perlu dialog-dialog karena yang terjadi adalah kasus kriminal dan tidak bernuansa politik, tegas Irjen Pol Tito seraya menambahkan, untuk mengantisipasi kamtibmas di kawasan itu pascapleno maka saat ini pihaknya sudah menambah pasukan.

Kasus penembakan dan penyerangan terhadap pos keamanan dan warga sipil itu mengakibatkan 12 orang tewas, delapan diantaranya prajurit TNI.
 (Antara)

Pilihan KSAD Jatuh Pada Helikopter Black Hawk

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Pramono Edhie Wibowo lebih memilih membeli helikopter Black Hawk daripada Apache.

Sebab harga Apache lebih mahal dua kali lipat daripada Black Hawk. "Kami masih mengkaji terus. Black Hawk menjadi pilihan bagus," kata Pramono di Mabes TNI AD, Senin (25/2).


Pilihan KSAD Jatuh Pada Helikopter Black Hawk

Dijelaskannya, pada awal kunjungan ke pabrik helikopter di Amerika Serikat, harga Apache sebenarnya masih standar. Meski tidak menyebut harga, Pramono tampak kecewa ketika menjelang persetujuan pembelian harganya meningkat.

Karena hanya mendapat alokasi 200 juta dolar AS, pihaknya akhirnya lebih membeli helikopter Black Hawk. "Harga tidak boleh dinaikkan. Pas datang harga sesuai, pasti deal harga naik. Siapa yang menaikkan? Saya tidak tahu," cetus Pramono.


Terkait pengadaan tank tempur utama Leopard, Pramono mengatakan tinggal penyelesaian pembayaran. "Leopard pada tahap penyelesaian di Kemenhan," ujarnya.



Alasan Kemenhan 'Kebelet' Beli Black Hawk 

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berharap pembelian helicopter tempur untuk Mabes TNI AD bisa selesai tahun ini. Ini karena Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembagunan Nasional sudah setuju. Dana yang siap digelontorkan sebesar 200 juta dolar AS alias Rp 1,9 triliun.

Alasan lainnya, kata dia, sisa waktu pemerintahan sekarang secara efektif tinggal setahun. "Jika tidak bisa segera diselesaikan maka takutnya program yang dirancang tidak bisa berkelanjutan," kata dia, Jumat (15/2).

Kepala Badan Saranan Pertahanan Kemenhan Mayjen Ediwan Prabowo menambahkan, dana alokasi yang sudah disetujui sebesar 200 juta dolar AS untuk pembelian Black Hawk. Hasil diskusi dengan perwakilan Pentagon, kata dia, dengan alokasi dana sekarang hanya dapat delapan helokopter Apache.

Adapun jika dialokasikan untuk Black Hawk maka bisa mendapat 20 unit. Hanya saja, sambungnya, melihat mendesaknya modernisasi alutsista, Kemenhan meminta kenaikan dana hingga 400 juta dolar AS.

"Apache adalah helikopter serang kualifikasi paling tinggi di tataran dunia dan termasuk bisa menyerang tank lapis baja. Saingannya helikopter Cobra dari Eropa," kata Ediwan.

"Untuk Black Hawk, bisa buat mengangkut pasukan dan helikopter serbu," imbuhnya.

Terkait penempatan helikopter, Ediwan menambahkan, kebijakan itu diserahkan kepada Mabes TNI AD selaku pengguna.

Sebelumnya, KSAD Jenderal Pramono Edi Wibowo, menjelaskan akan membeli Black Hawk 20 unit dari AS. TNI AD, kata dia, juga memesan 20 unit helikopter serba guna jenis Bell 412 EP. (Republika)

Konflik Papua - TNI/Polri Harus Kedepankan Pendekatan Damai

Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Pendeta Alberth Yoku STh , mengimbau TNI/Polri yang ada di wilayah tersebut agar tetap mengedepankan pendekatan cinta kasih dan damai dalam menjalankan tugasnya.

Konflik Papua - TNI/Polri Harus Kedepankan Pendekatan Damai

Pernyataan itu disampaikan menyusul terjadinya penembakan empat warga sipil dan delapan aparat TNI hingga tewas di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, Kamis (21/2) kemarin. "Imbauan saya kepada untuk TNI/Polri peningkatan kasih sayang, penuh damai, yang sudah dicanangkan tetap dikedepankan," kata dia di Jayapura, Papua, Minggu (24/2).

Pemimpin gereja GKI itu juga mengatakan para pelaku kejahatan dan tindak kriminal tersebut harus diproses hukum sesuai dengan perbuatannya. "Kemudian tindakan hukum bagi mereka yang melakukan tindakan-tindakan seperti itu (penembakan) harus ditegakkan. Hukum harus ditegakkan," kata dia.


Pendeta Alberth Yoku juga mengimbau kepada pemerintah provinsi dan daerah yang ada di wilayah itu agar memperhatikan peningkatan sumber kesejahteraan dan sumber budi pekerti, pengetahuan bagi warga setempat. "Mari kita lakukan pembangunan yang mengarah pada peningkatan sumber kesejahteraan dan sumber budi pekerti dan pengetahuan yang baik bagi semua manusia," kata dia.

Anggota Komisi I DPR RI, Teguh Juwarno, mengatakan masalah konfl ik di Papua harus disikapi serius, dan penyelesaiannya harus bersifat menyeluruh. Bukan semata-mata pendekatan kesejahteraan dengan pemberian status otonomi khusus, tetapi juga disertai dialog dan penegakan hukum sehingga masalah ini tidak diinternasionalisasikan.

"Indonesia memunyai pengalaman penyelesaian konfl ik, seperti Aceh, Poso, dan Ambon. Jadi masalah di Papua tak semata masalah tentang kesejahteraan, tapi juga masalah adanya ideologi yang ingin memisahkan diri dengan NKRI," kata Teguh Juwarno dalam diskusi "Mencari Solusi Komprehensif Konfl ik Papua" di Jakarta, Minggu (24/2).

Yang tak kalah penting, kata dia, adalah mengevaluasi pelaksanaan otsus di Papua. Sudah 10 tahun berlangsung, tapi program afi rmasi itu tetap melahirkan konfl ik. Bahkan ada sinyalemen dana otsus dinikmati segelintir elite. Karena itu, perlu ada audit lengkap tentang penggunaan dana otsus yang jumlahnya hampir 30 triliun rupiah.

Investigasi Mendalam

Terkait gugurnya delapan prajurit TNI dan empat warga sipil dalam peristiwa penembakan kemarin di Papua, Teguh meminta dilakukannya investigasi mendalam. Intelkam dan Badan Intelijen Negara (BIN) mesti proaktif. Investigasi sangat penting agar masalah Papua tak melebar ke spekulasi-spekulasi liar.

Pekan depan, Komisi I DPR RI akan memanggil semua lembaga yang terkait erat dengan Papua untuk mendapatkan laporan yang komprehensif. Ketua DPP PAN Bidang Luar Negeri, Bara Hasibuan, mengatakan peristiwa penembakan anggota TNI dan warga sipil di Tingginambut dan Sinak tak bisa ditoleransi.

Pemerintah harus cepat dan tegas dalam menindak pelakunya. Peristiwa itu harus menjadi pertimbangan serius pemerintah untuk melakukan evaluasi secara mendalam terkait kebijakan atas Papua.

Wakil Ketua Fraksi PAN, Viva Yoga Mauladi, mengatakan pemerintah mesti tegas, termasuk pada orang asing yang masuk Papua, tapi tanpa izin dari kedutaannya, lalu melakukan kegiatan mencurigakan di tanah Cendrawasih tersebut. Ia meminta aparat menangkap mereka saja bila memang masuk tanpa prosedur.

Terkait penembakan yang telah menewaskan 12 korban dari anggota TNI dan warga sipil, Polri telah membentuk tim investigasi. Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Alius, tim investigasi sudah dibentuk sejak awal kasus ini terjadi.

"Kapolda Papua sejak kejadian sudah membentuk tim tersebut," kata Suhardi, Minggu. Tim investigasi itu dipimpin oleh Direktur Kriminal Umum, sedangkan tim penindakan dibentuk untuk mengejar para pelaku penyerangan tersebut. Tim penindakan terdiri dari personel Polri dan TNI.  (KJ)

TNI-AD Berhasi Evakuasi 11 Jenazah di Sinak Papua

Pada hari Minggu tanggal 24 Februari 2013, pukul 11.00 WIT, Kodam XVII/Cenderawasih berhasil mengevakuasi 7 jenazah anggota TNI AD dan 4 jenazah masyarakat sipil di Sinak, Papua dengan menggunakan dua unit Heli Penerbad TNI AD jenis MI-17 dalam keadaan aman dan lancar dengan bantuan masyarakat di Sinak dalam pengamanan dan pengangkatan jenazah.

TNI-AD Berhasi Evakuasi 11 Jenazah di Sinak Papua

Pada proses evakuasi tersebut, tidak ada kontak tembak, pengendalian di lapangan dipimpin langsung oleh Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Made Agra. Setelah tiba di Bandara Sentani, jenazah selanjutnya disemayamkan di Yonif 751/BS, dilanjutkan upacara pemberangkatan jenazah pada tanggal 24 Februari 2013 pukul 14.20 WIT.

Pemberangkatkan 5 jenazah prajurit TNI AD korban penembakan di Sinak, diawali upacara militer, dipimpin Pangdam XVII/Cenderawasih pada pukul 12.30 WIT dihadiri Forkopimda Papua dan para pimpinan TNI di Jayapura, seluruh pejabat Kodam XVII/Cenderawasih, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan Tokoh Agama di Jayapura.


Selanjutnya diberangkatkan dengan pesawat Garuda pada pukul 14.20 WITdengan kronologis, sebagai berikut:

    Alm Sertu Romadhon ke Kupang
    Alm Sertu M Udin ke Surabaya untuk selanjutnya dibawa ke Sidoarjo.
    Alm Sertu Frans ke Makassar
    Alm Sertu Ebi Juliana ke Jakarta untuk selanjutnya dibawa ke Sukabumi
    Alm Praka Jojon ke Makassar untuk selanjutnya dibawa ke Kendari. 


Sedangkan untuk Alm Praka Wemprit dan Alm Pratu Mustofa masih disemayamkan di Yonif 751/BS dan rencananya besok akan diterbangkan ke Nabire. Sementara 4 jenazah warga sipil masih disemayamkan di Rumah Sakit Dian Harapan Jayapura, menunggu koordinasi dengan pihak keluarga. (TNI AD)

KSAD Kecewa Dengan Negosiasi Harga Apache

Jakarta | Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Pramono Edhie Wibowo lebih memilih membeli helikopter Black Hawk daripada Apache.

Sebab harga Apache lebih mahal dua kali lipat daripada Black Hawk. "Kami masih mengkaji terus. Black Hawk menjadi pilihan bagus," kata Pramono di Mabes TNI AD, Senin (25/2).

Dijelaskannya, pada awal kunjungan ke pabrik helikopter di Amerika Serikat, harga Apache sebenarnya masih standar. Meski tidak menyebut harga, Pramono tampak kecewa ketika menjelang persetujuan pembelian harganya meningkat.

Karena hanya mendapat alokasi 200 juta dolar AS, pihaknya akhirnya lebih membeli helikopter Black Hawk. "Harga tidak boleh dinaikkan. Pas datang harga sesuai, pasti deal harga naik. Siapa yang menaikkan? Saya tidak tahu," cetus Pramono.

Terkait pengadaan tank tempur utama Leopard, Pramono mengatakan tinggal penyelesaian pembayaran. "Leopard pada tahap penyelesaian di Kemenhan," ujarnya.


  ● Republika  

Sabtu, 23 Februari 2013

Kemhan Gandeng 18 Negara Tanggulangi Teroris

Kemhan Gandeng 18 Negara Tanggulangi TerorisKementerian Pertahanan (Kemhan) menggandeng 18 negara yang terdiri dari negara-negara ASEAN dan 8 negara sahabat untuk berlatih bersama dalam menanggulangi bahaya teroris pada September mendatang.

"Latihan bersama ini dimaksudkan untuk menghadapi tantangan kejahatan terorisme yang semakin kompleks," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, seusai menghadiri coffee morning dengan para atase pertahanan dari negara-negara sahabat di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (22/2).

Dalam waktu dekat, Kemhan juga akan mengadakan kegiatan Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) 2013 yang akan dilaksanakan pada 20–21 Maret 2013. "Tema pelaksanaan JIDD kali ini adalah ‘Pertahanan dan Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik’," kata Purnomo.

Dalam kegiatan JIDD tersebut, juga berlangsung The Asia Pacific Security and Defense Expo, yakni pameran dan konferensi yang bertujuan mempromosikan, menjalin kerja sama di bidang industri pertahanan, dan membuka peluang baru terkait industri pertahanan dan keamanan.

JIDD diadakan setiap tahun oleh Kemhan melalui Universitas Pertahanan Indonesia. JIDD merupakan wadah diskusi berbagai isu yang berkembang, khususnya di kawasan regional. JIDD merupakan forum para pemimpin, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan untuk bertemu serta mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan isu pertahanan dan keamanan. "Di JIDD juga akan mendiskusikan perkembangan keamanan terkini di wilayah regional," ujar Purnomo.

Melalui JIDD, Kemhan berharap terbangun kesepahaman dan hubungan saling menguntungkan di antara negara peserta. "Kami berharap JIDD bisa berkontribusi bagi lingkungan demi terciptanya tatanan damai di kawasan Asia Pasifik," tegas dia.

Forum Koordinasi

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga membentuk Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di daerah dalam upaya implementasi pencegahan terorisme di seluruh wilayah Indonesia.

Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Agus Surya Bhakti, di Serang, Banten, Rabu (20/2), mengatakan pembentukan FKPT bertujuan menyinergikan upaya pencegahan terorisme yang melibatkan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah daerah dengan berbasiskan penerapan nilai kearifan lokal.

Nilai kearifan lokal seperti tenggang rasa, gotong royong, saling menghormati, dan menghargai perbedaan dengan berbagai ragam aplikasi di wilayah Indonesia terbukti menjadi perekat dalam rangka nation building.

"Melalui FKPT, diharapkan nilai kearifan lokal di setiap daerah dapat diperkuat dan diinternalisasikan kembali dalam setiap lini kehidupan melalui berbagai kegiatan dengan melibatkan segenap komponen masyarakat," kata Agus Surya Bhakti saat menyampaikan paparan "Strategi Nasional Pencegahan Terorisme" pada pembentukan FKPT di Provinsi Banten.

Agus mengatakan forum koordinasi pencegahan terorisme merupakan forum nonpartisan sehingga kehadirannya diharapkan mampu menjalin koordinasi yang terpadu dan integratif, serta merangkul seluruh elemen masyarakat.

Koordinasi dan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI/Polri, dan seluruh organisasi kemasyarakatan merupakan langkah nyata dalam upaya bersama mencegah berkembangnya terorisme.

Ia mengatakan perkembangan aksi terorisme saat ini telah terjadi dinamika dalam modus operandi dan peta kelompok radikal terorisme di Indonesia. Dinamika tersebut ditandai dengan pergeseran sasaran serangan yang tidak lagi hanya menyasar kepentingan warga negara asing, tetapi juga menjadikan kepentingan nasional dan aprat negara sebagai musuh dekat.

"Serangkaian teror dalam kurun waktu dua tahun terakhir semakin mencemaskan. Peristiwa bom buku, bom mesjid di Cirebon, bom gereja di Solo, penyerangan pos polisi di Solo, pembunuhan anggota polisi, serta ledakan bom di Poso adalah fakta empiris yang menunjukkan eksistensi jaringan kelompok radikal terorisme," kata Agus Surya Bhakti.

Oleh karena itu, kata dia, dengan pembentukan FKPT, diharapkan masyarakat yang majemuk dan memiliki tenggang rasa yang kuat semakin menyadari bahwa pencegahan terorisme bukan hanya tugas dari institusi pemerintah, Polri dan TNI, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat. 

  ● Koran Jakarta  

Foto Kedatangan 2 Sukhoi TNI AU di Makasar

Berikut Foto Kedatangan Pesawat Sukhoi SU-30 MK 2 terbaru buatan Rusia tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (22/2) malam. Kedua pesawat dari 6 pesawat yang dipesan ini diangkut menggunakan pesawat kargo berukuran jumbo, Antonov AH-124-100.





semua foto diposkan Kenyot10 (Kaskuser)

  ● Dari Formil Kaskus  

Jumat, 22 Februari 2013

Dua Sukhoi SU-30 MK 2 Tiba di Lanud Hasanuddin Makassar

Dua pesawat tempur Sukhoi tipe SU-30 MK 2 tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin TNI Angkatan Udara, Jumat (22/2/13) malam ini. Dua Sukhoi SU-30 MK 2 Tiba di Lanud Hasanuddin Makassar

Dua dari enam pesawat pesanan pemerintah Republik Indonesia buatan Rusia ini, mendarat mulus yang diangkut dengan pesawat Antonov AN-124-100  Flight Number VDA 613 yang dibawa pilot Gorbunov Vladimir beserta 17 kru pesawat.

Pesawat angkut AN-124-100 tersebut berangkat dari Bandara Dzemgi, Rusia, Rabu (20/2/13) pukul 00.30 UTC. Dengan rute penerbangan bandara Dzemgi Rusia lalu ke Bandara Ninoy Aq Manila hingga tiba ke Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Mandai, Kabupaten Maros. 


Kepala Penerangan Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin, Mayor Mulyadi, mengatakan, kedatangan dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 ini menambah kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai home base pesawat tempur SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 buatan KNAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft  Production Association) Rusia.

Sebelumnya, sudah ada 10 unit pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 yang datang secara bertahap pada tahun 2003 lalu di Lanud Iswahyudi, Madiun. Selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin pada 2009 dan 2010.

Jika enam pesawat pesanan tahun 2013 ini datang semuanya, maka TNI AU memiliki total 16 Sukhoi. 
(tribun Makassar)

Pangdam Ungkap Dua Otak Penyerangan TNI di Papua


"Kami sudah punya bukti kuat siapa otak dari aksi penyerangan itu."
Delapan peti untuk prajurit TNI yang tewas di Papua
Delapan peti prajurit Pangdam 17 Cenderawasih Mayjen Christian Zebua dengan tegas menuding pelaku penyerangan Pos TNI Tingginambut dan pengadangan prajurit di Distrik Sinak adalah kelompok Goliat Tabuni dan Militan Murib. 
Bahkan, jenderal berbintang dua itu mengklaim sudah memiliki bukti kalau keduanya sebagai aktor di balik aksi dua penyerangan yang menewaskan delapan prajurit TNI dan empat warga sipil itu.
"Kami sudah punya bukti kuat bahwa otak dari aksi penyerangan dan pengadangan itu adalah Goliat Tabuni dan Militan Murib. Kemungkinan alasan mereka menyerang, karena tidak senang melihat TNI bersama rakyat," ujar Pangdam kepada wartawan, Jumat 22 Februari 2013.
Untuk itu, dia menambahkan, karena sudah jelas pelaku adalah kelompok Goliat Tabuni dan Militan Murib, diharapkan polisi segera bisa menangkap mereka. "Kami siap membantu polisi mengejar dan menangkap mereka, karena tindakannya sangat tidak manusiawi yakni membantai prajurit terbaik saya," tegas Pangdam.
Pangdam juga menandaskan, tidak akan pernah bernegosiasi dengan kedua kelompok tersebut, karena perbuatan mereka sangat sadis. "Tidak akan ada dialog. Buat apa dialog dengan orang jahat," ujarnya.
Menurut Pangdam, kelompok Militan Murib saat melakukan pengadangan dan penembakan di Distrik Sinak diperkirakan berjumlah 30 orang. "Sebagian memiliki senjata api," jelasnya.
OPM Tahan DiriSementara itu, DPR Papua meminta Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang hanya memperkeruh situasi Papua, serta menyengsarakan masyarakat.
"Kepada pihak TPN OPM, kami minta menahan diri dengan tidak melakukan aksi yang menimbulkan keresahan, karena ujung-ujungnya rakyat yang sengsara," ujar Wakil Ketua DPR Papua Yunus Wonda, Jumat, 22 Februari 2013.
Menurut dia, aksi kekerasan berupa penyerangan, pengadangan, dan penembakan tidak akan pernah menyelesaikan persoalan Papua, namun hanya memperkeruh situasi yang jelas berdampak kepada masyaralat luas. "Dengan kejadian seperti ini mungkin OPM lari dan tidak ditemukan, tapi yang dirugikan adalah rakyat bisa jadi korban," jelasnya.
DPR Papua, Yunus melanjutkan, sangat mengutuk peristiwa penyerangan dan pengadangan anggota TNI yang terjadi di Puncak Jaya dan Puncak itu. "Kami sangat mengutuk segala tindakan yang menghilangkan nyawa orang, apa pun alasannya," tegasnya.
DPR, menurut dia, juga turut berduka atas gugurnya delapan prajurit yang sedang melaksanakan tugas negara. "Atas nama pimpinan Dewan, saya turut berduka atas jatuhnya korban jiwa di Puncak Jaya dan Puncak," kata dia.
Yunus berharap, para pelaku yang bertanggung jawab atas peristiwa penyerangan dan pengadangan itu segera ditangkap. "Tangkap mereka, karena tindakannya sangat tidak terpuji," tegasnya.
Anggota DPD RI perwakilan Papua, Paulus Sumino, mengatakan, peristiwa penyerangan dan pengadangan yang merenggut nyawa belasan orang bisa menghambat proses dialog Papua-Jakarta yang saat ini sedang dirintis.
"Peristiwa ini tentu akan memengaruhi, bahkan bisa menghalangi proses dialog Papua-Jakarta yang sedang saya rintis dengan teman-teman DPD, LSM, serta Pater Neles Tebay sebagai jalan keluar menyelesaikan persoalan Papua," ujarnya.(art)
 Kalla: Tangkap Otak Pelaku Penembakan TNI di Papua Penembakan itu menewaskan delapan anggota TNI.Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf KallaKetua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menilai kasus penembakan helikopter Super Puma milik TNI di Papua yang menewaskan delapan anggota TNI merupakan tindakan kriminal. Pelakunya harus ditangkap agar terkuak siapa otak pelaku penembakan dan motifnya.
"Kekerasan yang terjadi di Papua dan menewaskan delapan anggota TNI merupakan tindakan kriminal yang harus diungkap siapa pelakunya," kata JK, panggilan akrab mantan wakil presiden itu di Yogyakarta, Jumat 22 Februari 2013.
Kasus penembakan di Papua, menurut JK, adalah masalah antara aparat dan pemberontak, sehingga tindakan tegas harus diberikan agar tidak ada lagi kecolongan dan aksi kekerasan di Papua.
"Solusi satu-satunya, harus ditangkap agar diketahui siapa otaknya dan motifnya. Palang Merah sendiri tidak dapat membantu, karena masalahnya adalah kriminal," tegasnya.
Mantan Wapres itu juga menyatakan jika kekerasan dilakukan oleh komunal, akar permasalahan terjadinya kekerasan tersebut harus diselesaikan. Misalnya, karena persoalan hubungan sosial atau ekonomi yang timpang.
"Ini persoalan kriminal, sehingga penyelesaiannya harus ditangkap pelakunya," tuturnya.(art)
  ● Vivanews  

TAIWAN SEBARKAN RUDAL JELAJAH SUPERSONIK UNTUK ATASI CHINA

Rudal Supersonik Taiwan Hsiung Feng III
Rudal Supersonik Taiwan Hsiung Feng III

Dihadapkan dengan ancaman dan pertumbuhan pesat kekuatan Angkatan Laut China, penyebaran rudal jelajah supersonik Hsiung Feng III buatan dalam negeri Taiwan akan diperluas pada kapal perang kelas Lafayette dan fregat kelas Knox.

Hsiung Feng III merupakan rudal supersonik anti-kapal, yang dirancang oleh militer Taiwan dan Institut Sains dan Teknologi Chung-Shan setelah hampir dua dekade penelitian dan pengembangan. Saat ini rudal Hsiung Feng III sudah dilengkapkan pada fregat kelas Perry, korvet kelas Chinchiang dan kapal serang cepat rudal Kuang Hua VI Angkatan Laut Taiwan.

Militer Taiwan berencana untuk menyebarkan rudal pada kapal-kapal perang kelas Lafayette dan Knox antara tahun ini hingga tahun depan. Selain itu, dua fregat kelas Perry yang akan dibeli dari AS juga akan dilengkapi dengan rudal ini. Kecepatan dan jangkauan dari rudal Hsiung Feng III melebihi jangkauan semua seri rudal Hsiung Feng sebelumnya.

Dengan diperkenalkannya rudal Hsiung Feng III, Taiwan menjadi negara ketiga di dunia yang berhasil membuat rudal supersonik anti-kapal, setelah Rusia dan India. Kecepatan rudal Hsiung Feng III diperkirakan 2,5- 3 mach, dengan jangkauan maksimum 150 km-200 km, meskipun spesifikasi resmi dari rudal ini belum dirilis oleh otoritas Taiwan.

Dibandingkan dengan rudal Hsiung Feng I tahun 1970-an dan Hsiung Feng II tahun 1980-an, rudal Hsiung Feng III lebih akurat dan memiliki kemampuan pertahanan yang lebih baik. (FS)

ISRAEL BERANG DENGAN LANGKAH IRAN DAN ARGENTINA



Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad
Mahmoud Ahmadinejad
Iran dan Argentina menandatangani sebuah dokumen tentang pembentukan komisi khusus, yang akan menyelidiki peristiwa ledakan di sebuah pusat kebudayaan Yahudi di Buenos Aires pada tahun 1994 (Bom AMIA). Israel berang dan menuntut penjelasan dari Presiden Argentina Kirchner.

Sebuah bom mobil meledak pada tanggal 18 Juli 1994 di depan gedung AMIA (Argentine Jewish Mutual Association) di ibukota Argentina. Ledakan itu menewaskan 85 orang dan melukai 300. Dua tahun sebelum serangan itu, teroris melakukan serangan terhadap kedutaan Israel dan menewaskan 22 orang dan melukai 200. Menurut Interpol, lima warga Iran, termasuk Ahmad Vahidi (Jenderal), yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan Iran, terlibat dalam serangan di pusat kebudayaan di Buenos Aires, ibukota Argentina. Para peneliti menyimpulkan bahwa serangan itu direncanakan dan dibiayai oleh Teheran, dan dilakukan oleh anggota kelompok ekstremis Hizbullah Lebanon. Namun, Iran membantah keterlibatannya dalam ledakan tersebut.

Pada Juli 2012, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengungkapkan untuk membuka peluang bagi negara-negara yang ingin bergabung dengan mereka (bersama Argentina) untuk menyelidiki tragedi tersebut. Dia mengatakan di Majelis Umum PBB bahwa negaranya berharap untuk memperkuat hubungan dengan Argentina. "Kami sangat menghormati orang-orang dari Argentina," kata Ahmadinejad, setelah menambahkan bahwa ledakan itu dilakukan karena "campur tangan pihak ketiga".

Bom AMIA Argentina
Bom AMIA, Buenos Aires, Argentina, 18 Juli 1994
Kesepakatan tentang pembentukan komite untuk meneliti peristiwa ledakan itu kini telah ditandatangani pada tingkat menteri luar negeri. Sekarang sedang diratifikasi oleh parlemen kedua negara.

"Komite harus mempelajari semua dokumen yang telah diserahkan sampai saat ini oleh otoritas peradilan di Argentina dan Iran," tulis Presiden Cristina Fernandez de Kirchner pada hari Minggu 17 Februari 2013 di Twitter-nya.

Komite ini terdiri dari lima ahli asing, termasuk partisipasi dari warga Iran dan Argentina. Sebagaimana dicatat oleh Menteri Luar Negeri Argentina Hector Timerman, perjanjian tersebut akan memungkinkan hakim Argentina untuk menginterogasi tersangka di Teheran.

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan protes. Diplomat Israel yakin bahwa Iran saat ini tengah berupaya menjebak Argentina.

"Kami terkejut dengan berita ini, dan kami ingin mendapatkan gambaran penuh dari Pemerintah Argentina tentang apa saja yang mereka sepakati dengan Iran, karena semua ini menyinggung Israel secara langsung," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Israel Yigal Palmor, seperti dirilis toHaaretz.

Pemerintah Israel mengetahui tentang penandatanganan perjanjian Iran-Argentina ini dari laporan berita. Pemerintah Argentina menolak untuk menginformasikan kepada Israel tentang perundingan dengan Iran, meskipun ada permintaan dari Yerusalem. Bahkan dalam beberapa pertemuan dengan Timerman, seorang diplomat Israel dan perwakilan dari komunitas Yahudi, hanya mengetahui informasi umum tentang perjanjian itu, kata surat kabar itu.

Setelah perjanjian ditandatangani, berbagai pendapat muncul dalam pers mengatakan bahwa Iran menawarkan Argentina untuk meningkatkan hubungan keuangan, jika penyelidikan ledakan itu dihentikan oleh Argentina. Namun, jaksa penuntut Alberto Nisman membantah isu miring dari tabloid lokal Perfil.

Kecurigaan tersebut tidak didasarkan pada apa-apa. Iran dengan tiba-tiba menembus blokade ekonomi akibat sanksi yang dikenakan dengan negara-negara Amerika Latin. Peran penting dalam itu milik Venezuela, Brasil dan Argentina. menurut Latinvex dan IMF, Omset perdagangan Iran dengan negara-negara di wilayah ini mengalami peningkatan tiga kali lipat pada tahun 2012, Selain itu, karena peningkatan pangsa ekspor barang Amerika Latin ke Iran, meningkat sebesar 4,3 kali menjadi $ 3,9 miliar. Pangsa barang Argentina sebesar sekitar 40 persen - $ 1.200.000.000 - yang menandai peningkatan sepuluh kali lipat dibandingkan dengan 2010.

Ahmadinejad jelas menguraikan niatnya untuk rekonsiliasi politik dengan Argentina, dan Cristina Kirchner tidak mau terus berada dalam hutang. Mungkin karena itu, delegasi negara Argentina tidak meninggalkan pertemuan Majelis Umum di PBB, pada tahun 2011, ketika Ahmadinejad naik ke podium. Tampaknya ada konspirasi. Jika demikian, tuduhan pengkhianatan terhadap kepentingan nasional demi pragmatisme adalah valid?

Namun, sampai saat ini Buenos Aires resmi tidak mengubah posisinya mengenai keterlibatan warga negara Iran dalam pemboman yang terjadi dalam tahun 1990-an. Tidak ada indikasi yang membuktikan bahwa Argentina telah meninggalkan keyakinannya (mengkhianati dirinya sendiri) atau perilaku terhadap Iran sebagai akibat dari meningkatnya perkembangan hubungan ekonomi antara kedua negara.

Sebuah contoh, Argentina menuntut Bolivia harus mengekstradisi Menteri Ahmad Vahidi, ketika dia melakukan kunjungan resmi ke Bolivia pada bulan November 2011. Selain itu, hubungan ekonomi, terutama dalam perdagangan, tidak setara dengan hubungan negara. Memang, dalam hubungan perdagangan kedua negara, pemerintah Iran adalah pemain kunci, tetapi ada perusahaan swasta di sisi Argentina, seperti Cargill, Louis Dreyfus, Bunge yang mengekspor kedelai, jagung, gandum dan komoditas lainnya ke Iran. Selain itu, salah satu mitra dagang utama Iran, meskipun terkena sanksi Barat, adalah Jerman. Ekspor dari perusahaan Jerman ke Iran sebesar 3,8 milyar Euro di 2010.

Barat hanya khawatir tentang independensi Kirchner. Dia mendukung hak Iran untuk program nuklirnya. Presiden Argentina juga dalam situasi bersolidaritas dengan Hugo Chavez. Mengapa tidak, jika memang hubungan kedua negara memang saling menguntungkan. Dalam video yang diposting di YouTube pada bulan Agustus 2011, Asisten mantan Menteri Luar Negeri untuk Urusan Belahan Bumi Barat dan Amerika Serikat, Roger Noriega, mengatakan bahwa kemitraan Argentina, Venezuela dan Iran akan sangat berbahaya karena ketiga negara bisa bertukar informasi mengenai senjata nuklir satu sama lain. Banyak analis yang menilai ini hanya omong kosong belaka. Yang jelas, interaksi dalam segitiga ini tidak menjanjikan manfaat apa-apa bagi Barat.

Barat tidak menyukai kenyataan bahwa kebijakan luar negeri Argentina ditujukan untuk melindungi kepentingan nasionalnya, dan dinyatakan dalam diversifikasi hubungan ekonomi untuk mengubah negara itu menjadi pemain global.


PAKISTAN BELI 110 MESIN TANK DARI UKRAINA


MBT Pakistan Al-Khalid
MBT Pakistan Al-Khalid
Ukraina akan memberikan 110 power plant (mencakup mesin dan komponen terkait) untuk tank ke Pakistan di bawah kontrak senilai 50 juta dolar AS. Power plant untuk tank ini akan diproduksi di Pabrik Kharkov, sebuah perusahaan yang dikelola oleh pemerintah Ukraina yang khusus memproduksi kendaraan lapis baja dan komponennya, di bawah kontrak selama empat tahun yang ditandatangani beberapa hari lalu.

Ukraina sebelumnya telah menyampaikan lebih dari 300 power plant untuk tank tempur utama (MBT) Pakistan al-Khalid. Selain Pakistan, Ukraina juga memasok mesin tank ke China.

RAKSASA UDARA : BOEING C-17 GLOBEMASTER III


C-17 Globemaster III

Boeing C-17 Globemaster III adalah pesawat angkut militer besar. Pesawat ini dikembangkan oleh McDonnell Douglas dari 1980-an hingga 1990-an untuk Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). C-17 merupakan pengembangan dari dua pesawat kargo militer bermesin piston sebelumnya, yaitu Douglas C-74 Globemaster dan Douglas C-124 Globemaster II.

C-17 di desain untuk melakukan misi airlift strategis, mengangkut tentara dan kargo ke seluruh dunia, juga berperan sebagai airlift taktis, evakuasi medis dan tugas pengiriman amunisi dan persediaan-persediaan lainnya.

Boeing, yang bergabung dengan McDonnell Douglas pada 1990-an, terus memproduksi C-17 untuk pelanggan di seluruh dunia setelah kebutuhan untuk Angkatan Udara AS terpenuhi. Saat ini, C-17 dioperasikan oleh Angkatan Udara AS, Inggris, Australia, Kanada, Qatar, Uni Emirat Arab dan NATO. India juga telah menetapkan order untuk 10 C-17.

C-17 Globemaster III
C-17 Globemaster III
C-17 Globemaster III


Karakteristik Umum C-17 Globemaster III
Kru
3 : 2 pilot, 1 loadmaster
Kapasitas
·      102 pasukan terjun payung atau
·      158 tentara dengan kursi palletized dan sidewall atau
·      53 tentara dengan kursi sidewall atau
·      36 litter dan 54 pasien atau
·      Kargo, seperti Tank Abrams M1, 3 kendaraan Stryker atau 6 kendaraan M1117
Payload
77,5 ton
Panjang
53 m
Rentang sayap
51,75 m
Tinggi
16,8 m
Area sayap
353 m²
Berat kosong
128.100 kg
Max. berat lepas landas
265.350 kg
Powerplant
4 × Pratt & Whitney F117-PW-100 turbofan, masing-masing 180 kN
Kapasitas bahan bakar
134.556 L

Performa
Kecepatan jelajah
Mach 0,74 (450 knot, 515 mph, 830 km / h)
Jangkauan
2.420 nm (2.785 mil, 4.482 km), 5.610 nm (10.390 km) dengan pasukan terjun payung
Service ceiling
13.716 m
Max. Berat take off
750 kg / m²
Minimum daya dorong / berat
0,277
Lepas landas (MTOW)
2.316 m
Jarak landing
1.060 m